Pages

21 June 2013

Fitur - Fitur pada Nagios 3

Pada postingan tanggal 13 Juni 2013 lalu tentang Instalasi dan Konfigurasi Nagios 3 pada Ubuntu 12.04, maka kali ini kita masih membahas tentang Nagios 3 tetapi lebih secara mendalamnya.
Postingan kemarin memberitahukan langkah-langkah untuk meng-install Nagios 3 dan bagaimana agar dapat menampilkan hasil monitoring dari beberapa host dalam satu jaringan LAN. Host yang dimonitoring berjumlah tiga host pada postingan sebelumnya. Dan pada postingan ini, saya menambah host menjadi sebanyak 17 host dalam satu jaringan LAN. Cara penambahan host dapat dilihat pada postingan saya tentang Instalasi dan Konfigurasi Nagios 3 pada Ubuntu 12.04.
Maka kali ini, kita akan membahas lebih detil fungsi dari tiap-tiap fitur yang ada pada Nagios 3 tersebut.


1.    STATUS MAP
Status Map
Pada saat kita selesai meng-install dan mengkonfigurasi Nagios 3, pertama kali yang dapat kita lakukan adalah melihat Map nya. Dari sana kita bisa mengetahui bentuk dari jaringan local yang kita monitoring tersebut. Dan dapat mengetahui host yang mana yang sudah UP ataupun yang masih PENDING bahkan DOWN. Dari konfigurasi yang saya lakukan, masih terdapat host yang down, ini bisa terjadi karena pada saat saya memonitoring jaringan ini, ada host yang tidak terkoneksi oleh internet atau PC host tersebut dalam keadaan shut down sehingga ketika dimonitoring, ia sama sekali tidak menghasilkan data apapun.

2.    HOSTS
Host merupakan salah satu object sentral dalam monitoring logic. Sifat – sifat penting dari host tersebut adalah :
·  Host biasanya merupakan perangkat fisik dalam suatu jaringan seperti router, switch, printer, PC, dan sebagainya.
·      Host mempunyai alamat sendiri seperti IP Address atau MAC Address.
·      Host memiliki satu atau lebih layanan yang berhubungan dengannya.

Dalam fitur host pada Nagios 3 ini, kita dapat melihat status detail para host dalam satu grup yang telah dikonfigurasi pada hostgroupsnya. Ada beberapa fitur pada Host Status Details for All Groups, seperti :
·      STATUS
Status disini berfungsi untuk mengetahui apakah host – host tersebut dalam keadaan UP (aktif) atau DOWN.
·      LAST CHECK
Berfungsi untuk mengetahui kapan terakhir kali dilakukan pemeriksaan host – host tersebut.
·      DURATION CHECK
Berapa lama durasi pengecekan yang dilakukan.
·      STATUS INFORMATION
Status information berfungsi sebagai keterangan dari suatu host tersebut. Apakah ia UP (aktif) atau DOWN. Apabila UP, keterangan yang ditampilkannya adalah berapakah packet loss nya dan berapa lama RTA (Real Time Analysis) nya. Sedangkan apabila DOWN, keterangan pada Status Information dapat bermacam – macam.
Host Status Details for All Host Groups
Seperti pada host Egi, dimana statusnya masih Down, keterangan yang didapatkan adalah bahwa host tersebut unreachable. Ini bisa terjadi karena beberapa sebab, seperti kabel internetnya yang tidak tersambung pada PC, switch yang tidak menyala ataupun karena status LAN pada Network Connection masih disable. Atau yang paling mungkin juga karena PC tersebut tidak dalam keadaan menyala.
Sedangkan keterangan pada host Izzah yang statusnya juga down adalah karena terjadinya packet loss 100%. Keadaan ini bisa terjadi karena koneksi internet yang tiba-tiba melambat pada PC tersebut sehingga packet loss nya besar.
Kita juga dapat melihat Host State Information tiap – tiap host. Disini saya mengambil contoh host ‘Tita’. Dari Host State Information ‘Tita’, dapat dilihat bahwa statusnya UP yang berarti host tersebut aktif. Tidak terdapat packet loss yang terjadi pada host ini dan lama waktu RTA nya adalah sebesar 0.56 ms.
Host State Information for Host 'Tita'
Dari Host State Information ini kita dapat mengetahui check type nya, apakah terdapat jadwal downtime, ataupun apakah host tersebut flapping atau tidak.

3.    HOSTGROUPS
Hostgroup adalah grup dari satu atau lebih host. Hostgroup memudahkan kita untuk melihat status details dari host – host yang bersangkutan. Pada konfigurasi yang saya lakukan, saya menambahkan empat hostgroups yaitu Debian-Server, HTTP-Server, Ping-Server dan SSH-Server.
Ketika kita memilih tab Host Groups yang terletak di sebelah kiri layar, maka kita dapat melihat Service Overview for All Host Groups. Berhubung pada saat konfigurasi Nagios 3 ini dengan jumlah host sebanyak 17 host, saya lupa printscreen tentang Host Groups ini. Untung saja, pada postingan sebelumnya dengan saya mengkonfigurasi Nagios 3 dengan jumlah host hanya tiga host, saya sempat mem print-screen Host Groups ini. Jadi gambar yang saya tampilkan untuk Host Groups ini merupakan konfigurasi saya dengan tiga host.
Service Overview For All Host Groups
Dari gambar tersebut kita dapat melihat status dari tiap – tiap host group tersebut. Apakah tiap host nya sudah berstatus UP (aktif) pada host groupnya. Dan di gambar tersebut status host group nya sudah UP semua.
Apabila kita memilih Summary pada tab sebelah kiri layar, maka kita dapat melihat Status Summary for All Host Groups, dimana kita dapat melihat ada berapa buah host status summary yang aktif, dan apa saja service status summary nya.
Status Summary for All Host Groups
Pada gambar, didapatkan bahwa host status summary nya UP (aktif) semua. Dengan service status summary terdapat 14 OK, 3 Unknown dan 4 Critical. Ini berarti pada service nya, service tiap – tiap host nya belum semua yang OK, masih terdapat adanya 3 problem yang masih Unknown dan 4 Critical. Apabila kita mengklik salah satu dari service status summary nya, entah itu unknown dan criticalnya, maka kita dapat melihat service apa saja yang dikatakan unknown, pada host manakah yang terdapat unknown dan penjelasan apa penyebab dari keterangan unknown tersebut dengan melihat Status Informationnya.

4.    SERVICES
Services juga merupakan salah satu object sentral dalam monitoring logic. Services berhubungan dengan host, karena :
·      Services adalah atribut dari host (CPU load, disk usage, uptime, etc).
·      Services ditetapkan oleh host, seperti DNS Record, dll.
Ada bermacam – macam service yang bisa digunakan untuk host, tetapi pada konfigurasi yang saya lakukan, terdapat tujuh services yaitu Current Load, Current Users, Disk Space, HTTP, PING, SSH dan Total Processes. Ketujuh service ini lah yang akan dimonitoring oleh host dalam suatu jaringan.
Service Status Details for All Hosts
Status tiap service ini pun bermacam – macam. Ada OK, Critical, dan UNKNOWN. Kita bisa melihat status service tersebut untuk semua host yang terdapat dalam satu hostgroup atau kita bisa melihat lebih detail untuk tiap – tiap hostnya.
Apabila untuk semua host dalam satu hostgroup, kita dapat melihat problem – problem apa yang terjadi dalam host – host tersebut. Untuk lebih detailnya, kita bisa meng-klik host-name dari suatu hostgroup tersebut. Maka ia akan menampilkan all problems detail nya pada host tersebut.
Ketika terdapat status Critical ataupun Unknown, kita dapat melihat keterangannya pada Status Information. Apakah yang menyebabkan layanan tersebut mendapat status Critical atau Unknown.
Pada konfigurasi saya, dengan melihat Service Status Details for Host ‘Agung’, didapatkan Critical yang keterangannya adalah disk critical, permission denied. Ini mungkin berarti bahwa ada disk yang tidak dapat diakses sehingga menyebabkan permission denied, izin ditolak.
Service Status Details for Host 'Agung'
Sedangkan status Unknown yang saya lihat pada Service PING nya, ini karena adanya warning treshold pada service tersebut.
Berikut keterangan lebih lanjut tentang Service Status Details for Host ‘Agung’ :
·      CURRENT LOAD
Status OK, dengan attempt 1x uji coba. Waktu rata – rata yang dibutuhkan untuk memproses data nagios yang berhubungan dengan Host ‘Agung’ adalah 0.74s, 0.81s, 0.59s dengan durasi selama 2h 14m 37s.
·      CURRENT USERS
Status OK, dengan attempt 1x uji coba dan user lain yang login adalah satu orang.
·      DISK SPACE
Status Critical, dengan attempt 4x uji coba, dimana terdapat permission denied pada suatu disk.
·      HTTP
Status OK, dengan attempt 1x uji coba. Dengan waktu respon sebesar 415 bytes dalam 0.001 detik.
·      PING
Status Unknown, dengan attempt 4x ujicoba, dimana terdapat warning treshold pada check_pingnya.
·      SSH
Status OK, dengan attempt 1x uji coba. Jenis SSH yang digunakan adalah OpenSSH_5.9p1 Debian-5Ubuntu1.1 (protocol 2.0)
·      TOTAL PROCESSES
Status OK, dengan attempt 1x ujicoba. Total prosesnya adalah sebanyak 172 proses.

5.    PROBLEMS
Dari fitur problem ini, terdapat beberapa sub menu yang bisa kita lihat. Ada Services (Unhandled), Hosts (Unhandled), dan Network Outages. Dari fitur submenu pada Problem ini kita dapat melihat apa - apa saja yang menjadi masalah pada konfigurasi monitoring host kita. Contoh di bawah ini merupakan contoh dari Problem Services (Unhandled).
Service Status Details for All Hosts
Dari gambar tersebut, berarti bahwa Problem Service merupakan fitur untuk melihat masalah yang terjadi pada tiap - tiap host. Dari situ dapat dilihat masih terdapat beberapa problem yang menyebabkan host tersebut down. Dan dari fitur ini pula kita bisa mengetahui service mana yang mengalami masalah. Service - service yang bermasalah biasanya ditandai dengan status Critical atau Unknown. Apabila terdapat status servicenya seperti itu, maka kita dapat melihat pada Status Information untuk memperjelas keadaan service host yang bermasalah tersebut. Sehingga kita mengetahui problem apa yang terjadi pada service host tersebut.
Sedangkan gambar dibawah ini merupakan contoh dari Problem Hosts. Fitur ini berarti untuk mengetahui masalah dari host - host yang dimonitoring, biasanya untuk mengetahui penyebab dari host - host yang down.
Host Status Details for All Host Groups
Pada gambar tersebut, terdapat lima host yang berstatus down, dimana empat diantaranya mengalami host unreachable pada Status Informationnya. Sedangkan sisanya satu lagi mengalami packet loss 100%. Seperti yang telah saya jelaskan pada poin dua, penyebab host unreachable bisa terjadi karena switch yang mati, kabel LAN yang tidak terhubung pada internet dan sebagainya. Sedangkan packet loss 100% dapat terjadi karena koneksi internet yang tiba - tiba melambat sehingga tidak dapat menerima maupun mengirim data pada jaringan.

6.    REPORT
Fitur Report ada bermacam – macam. Pada konfigurasi yang saya lakukan, saya memilih report untuk hostgroup tiap servicesnya, seperti Hostgroup Ping-Servers, SSH-Servers, HTTP-Servers, dan Debian-Servers.
Hostgroup 'http-servers'
Host State Breakdowns
Hostgroup 'debian-servers'
Host State Breakdowns
Hostgroup 'ping-servers'
Host State Breakdowns
Hostgroup 'ssh-servers'
Host State Breakdowns









Dari gambar tersebut dapat dikatakan bahwa Report disini berfungsi untuk mengetahui gangguan yang terjadi pada tiap – tiap services hostgroupnya. Sehingga kita dapat mengetahui persen dari Time Up, Time Down, Time Unreachable, dan Time Undetermined nya.

Oke, sekian postingan tentang beberapa fitur yang ada pada Nagios 3 ini. Mudah – mudahan postingan ini dapat bermanfaat bagi semuanya dan menambah wawasan bagi yang membacanya ;)

Terimakasih telah meluangkan waktu istirahatnya untuk membaca artikel ini J

Sumber :
·       http://library.nagios.com/library/products/nagioscore/manuals
·       http://www.sarjanaku.com/2012/11/jaringan-komputer-pengertian-macam-dan.html
·       http://gerakanopensource.wordpress.com/2012/02/15/rto-dan-dhu-pada-jaringan/
·       http://blog.unud.ac.id/niama/monitoring-dengan-nagios/
·       http://like-and-buy.blogspot.com/2013/06/fitur-fitur-pada-nagios.html
Share on: Facebook Twitter Google+ Linkedin

10 comments:

Ivan Nur said...

good

Ivan Nur said...

masyok mank

Mr.B said...

good

Ivan Nur said...

jolali berusaha mank

rohisassaadahsaka said...

tingkatkan agannnnn

Anonymous said...

kamu yang nomer satu.... :)

Ivan Nur said...

pak basss.... rep takon nak laptop instal ulang ngko sing local C ilang ra?

Mr.B said...

bagus bang

Mr.B said...

ya ilang to kan system me nang C

Ivan Nur said...

oke makasih

Post a Comment